Archive for the 'watch&learn' Category

Charging!

i really love design!

i really love architecture!

some design interior by me:

called them “bling-bling resto”

Stunning!!

diana rikasari for Bloop Endorse’s new collection:

check this

Last Discussion

… it was my really old discussion with arsitek autis and Soni Sutanto …

New is New?

Selimut Prolog: saya menulis ini dengan bahasa saya. Ada beberapa hal yang mungkin secara sengaja saya tambahkan agar lebih mudah memahami apa yang ingin saya sampaikan. Dan saya mohon maaf apabila ada beberapa hal yang mungkin saya lupa, karena memang sepertinya saya ditakdirkan mempunyai otak yang pendek.

Prolog: arsitektur adalah mencoba meng-create sesuatu agar diri kita yang selama ini terkonotasi oleh aktivitas biasa menjadi sesuatu yang baru dan berbeda dari biasanya. Missalnya aktivitas mandi: yang terbiasa menggunakan keran air otomatis, yang tanpa di sentuh pun airnya sudah keluar duluan, menjadi sesuatu yang harus menggunakan usaha seperti mengambil gayung, menyiduk air, kemudian menyiramnya ke seluruh tubuh. Hal-hal biasa ini lah yang coba diubah menjadi lebih baru. Dengan harapan memberikan pengalaman yang baru pula bagi orang lain.

Q: adakah batasan mengenai kata baru tersebut? Maksud saya, adakalanya kita bilang kepada masyarakat awam bahwa ini baru. Ini sesuatu yang belum pernah ada di lingkungan ini. Dan secara tidak langsung mereka akan menganggap saya sebagai penemu si “baru” tersebut. Padahal di satu sisi, saya hanya mengambil “baru” tersebut dari apa yang saya lihat di buku-buku luar negeri. Dan hanya saya yang tahu itu. Nah sejauh mana batasan makna baru tersebut mengingat disekitar kita sebenarnya banyak sekali perbuatan plagiatisme arsitektur yang secara sepihak diklaim sebagai barang sendiri dan dihalalkan sebagai kata “baru”?

A:

Soni Sutanto said:

Menurut beliau (dari apa yang pernah ia baca sepertinya) di dunia ini hanya ada 9 hal yang ia anggap baru:

  1. Api
  2. Bahasa
  3. Alat tukar
  4. Alat pertukangan / perang
  5. (Lupa)
  6. (Lupa)
  7. (Lupa)
  1. Teknologi
  1. Internet

Yang lainnya bukanlah produk “baru”. Tapi merupakan proses dari “baru” yang diatas tersebut. Baru disini dikategorikan sebagai 2 hal: originalitas dan authentic (saya lupa dengan kata yang satu ini, Bli). Ke Sembilan hal diatas di sebut sebagai hal-hal yang original. Dari yang benar-benar tidak ada hingga akhirnya ada. Missal: mengapa orang tiba-tiba mempunyai pemikiran untuk membuat api bukanlah suatu ide yang muncul tiba-tiba. Adalah suatu kejadian dimana mereka menyaksikan sesuatu yang terbakar ketika petir menyambar ranting pohon. Adalah suatu percobaan ketika mereka menyadari bahwa rasa tumbuhan dan daging yang di diamkan lebih dulu di atas api menjadi lebih baik dibanding dimakan mentah-mentah. Adalah suatu kenyamanan ketika mereka melakukan aktivitas di saat yang terang sehingga api menggantikan posisi matahari di saat malam (dua kalimat sebelumnya adalah pendapat saya). Maka dari itu mereka memaksa membuat api.

Authentic adalah suatu proses yang sebenarnya juga menggunakan hal-hal lama yang di letakkan di masa sekarang untuk kemudian di olah kembali sehingga menjadi sesuatu yang baru. Baru di sini bukan satu sifat dengan originalitas. Tapi lebih kepada perasaan yang diciptakan ketika kita berdiri di lokasi tersebut.

Sambungan vertical dengan horizontal, sambungan kolom dengan lantai bukanlah hal yang baru. Sambungan kepala kolom yang lebih besar dengan kaki kolom yang lebih ramping bukanlah barang baru. Semua menjadi baru (authentic) saat bill bensley mencoba meletakkan kolom tersebut dengan suatu proses terlebih dahulu sehingga saat kita memandang kolom tersebut itu bukanlah sekedar penyangga bangunan. Atau ketika bill bensley mempermainkan kita dengan ruang-ruang dimana saat kita memandang satu kolom dari tempat yang berbeda kita merasakan pengalaman ruang yang berbeda pula. Kita mencoba menciptakan sesuatu yang berbeda melalui perasaan ruang yang bahkan ketika kita berpijak di belahan bumi manapun hanya ada satu tempat dengan “perasaan memandang kolom” seperti di atas.

Selama ini kita memandang dekonstruksi adalah hal yang baru. Ia lahir setelah jaman post-modern. Ia ada setelah runtuhnya salah satu bangunan simbolik (saya lupa nama dan tempatnya) yang menjadi matinya jaman modern dan beralih pada post modern. Padahal dekonstruksi juga bersumber dari “barang lama”. Kita harus tahu cara mendirikan kolom yang benar terlebih dahulu untuk kemudian merusaknya. Kita harus mengerti system tektonik yang berada dalam “zona aman” untuk kemudian menjadi sesuatu yang kurang aman di mata struktur. Jadi semua hal yang ada sekarang pastilah sesuatu yang baru secara authentic tapi tak akan bias dikategorikan sebagai originalitas.

Di dunia ini ada 3 kategori masyarakat. Pertama: masyarakat yang tahu sejarah (tahu disini belum tentu mengerti). Kedua: masyarakat yang membaca sejarah (ia tahu dan mengerti). Ketiga: masyarakat yang merubah sejarah. Missal: masyarakat yang tahu sejarah adalah masyarakat yang tahu mengenai kasus bank century dari kabar burung dan tidak ambil pusing dengan isu tersebut. Masyarakat yang membaca sejarah adalah masyarakat yang mengikuti isu bank century dan berusaha menjadi pemain belakang dengan mendukung para jagoan mereka. Masyarakat yang merubah sejarah adalah para jagoan tersebut yang mengambil keputusan besar dalam kasus ini. Dan arsitektur pastilah merubah sejarah karena ia akan semakin baru dan baru dari masa ke masa. Untuk menjadi baru (authentic) ia butuh baru (originalitas) sebagai pondasi mereka.

Diantara ke Sembilan originalitas diatas, teknologi adalah poin yang memiliki pengaruh paling banyak. Saat ia pertama kali ada, ia menjadi sesuatu yang amat langka, susah didapat dan mahal. Namun seiring perkembangan jaman, ia menjadi suatu kebiasaan dan murah. Teknologi memang harus murah! Dengan ia semakin murah semakin mudah di gunakan. Dan kita sangat membutuhkan teknologi untuk menjadi baru (authentic). Dengan teknologi kita dapat membuat struktur mustahil mendekati hasil. Dengan teknologi kita dapat merubah jaman!

Sekian dari saya.

Saya tidak tahu apa yang saya sampaikan ini telah menjawab pertanyaan anda atau malah tidak sama sekali.

Bli Putu Mahendra said:

Bill itu, saat ia membeli semua barang untuk interior. Saat ia dengan seenaknya comot sana comot sini, tarik sana sini untuk kemudian diletakkan pada manoj, ia sebenarnya telah mempelajari benda-benda itu terlebih dahulu. Ia tahu kursi yang akan ia letakkan pada bangunannya itu berasal dari tahun berapa, dibuat oleh siapa, dicetuskan oleh siapa, pernah dipakai dimana saja, untuk kemudian dia putuskan pakai barang itu tapi dipuntir, diplintir, digaruk sana sini terlebih dahulu agar ia tampak baru saat ia diletakkan pada tempatnya.

Menuju kata baru itu juga merupakan proses. Dan proses pastilah butuh hasrat. Butuh passion! Seseorang yang mencoba membuat sesuatu yang menurut dia baru tapi ia sama sekali tidak sreg saat mengerjakannya, itu sama sekali tidak ada artinya. Jadi saya selalu mengatakan diawal kepada semua orang, “Kalau kamu tidak sreg, tinggalkan sekarang!”

Sekian

Ayi said: sebenarnya masi ada 3 hal yang ingin saya diskusikan dengan bli putu. Tapi saat itu saya kesusahan menyusun kata-kata yang tepat. Bolehkan saya menanyakannya melalui e-mail atau blog arsitek autis?? Saya ingin sekali lebih sering melakukan diskusi membangun seperti ini. Sangat menyenangkan ketika saya mengangkat kepala dan semuanya terasa berat dikarenakan isi kepala saya yang tiba-tiba overload.

Kalau berkenan, pertanyaannya akan saya kirim di e-mail selanjutnya.

… Dan tidak ada jawaban sampai sekarang …

Playing with Bottle

I was found that child 😀

Suka sangat dengan designnya. Apalagi waktu aq skrol mata dengan kapasitas zoom lebih dan lebih dekat, ternyata itu terbuat dari tutup botol!. Cantik banget waktu kancing yang dibakar (atau emang warnanya gitu ya) jadi pilihan sebagai patnernya. Warna tas juga ga kalah oke. Simple tapi nyatu dengan segala macam acakan tutup botol itu.

*owner*

Two tumbs up buat Joger

R.I.P

Jogja sedang panas-panasnya.

Dulu, waktu di bali, saya selalu berasumsi tidak ada yang dapat mengalahkan teriknya bali. Bagi saya panas bali itu merupakan sesuatu yang mengerikan. Ngerik! Ketika hanya dengan memandang sekitar saja, saya ikut merasa terbakar. Ngerik! Waktu pakaian yang saya pakai tak mampu melindungi bahkan semakin panas saja. Ngerik! Ketika kulit saya hitam kemerahan padahal saya sudah memakai apapun agar matahari itu tidak membakar kulit saya.
Teman saya bilang, bali itu hitam eksotis. Ibaratnya, kalau bali hujan dan dingin bukan bali namanya.
Tapi bagi saya sama saja. Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik adanya. Cuaca dan suhu yang kelewat panas nyatanya nggak bisa bikin saya terlihat nyaman.
Hari itu saya pulang kuliah. Kemaleman seperti biasa. Berkejar-kejar dengan waktu jam malam kosan saya. Ritual pulang adalah melempar tas, menyalakan kipas angin dan mengganti baju. Tapi menjadi lebih beringas saat suhu disekitar saya sedemikian panasnya. Menggunakan kerudung membuat kepala serasa terbakar. Tapi dengan rambut saja, panas ini tak kunjung mereda. Jadilah saya mencari benda sakti yang slama ini membantu saya.
Dan saya tergesa. Dan benda itu patah. Krek!


Saya tau itu hanya barang murah. Tapi di saat-saat seperti ini, harganya luar biasa mahal bagi saya.
Saya kemudian menyimpulnya. Mencoba memberikan penghormatan terakhir atas jasa-jasanya selama ini dalam meringankan beban (poni) saya.

R.I.P
Bando merah saya
17-02-10

Love Lady Gaga Style

Look her hair.. so extravaganza!

Her glasses so cute!!

Her make up!!

Her performance!!

And she!! what ever she wear.. it look so georgous!!

Beach Hotel Resort

ini tugas Studio 6 sebelum akhirnya kabur dari kuliah selama 6 bulan.

kalo diinget-inget, aku sempet frustasi banget pas garap ini. karena emang aku uda di blacklist dan ga boleh ikut ujian gara-gara absesnsi yang kurang. hiks.. aku juga telat ngumpul setelah dua malem aku gag tidur. maketnya aja cuman dibuat selama 3 jam yang pastinya nggak sesuai bayangan.. but magic was came. aku dapat nilai A. untuk kategori org yang gag boleh ikut ujian itu sama dengan mustahil!!! agak shock juga. sampe berpikiran buruk jangan-jangan dosenku salah ngasi nilai.. 😛

Project name  : Parangtritis Resort

Location         : Parangtritis beach, Yogyakarta

Concept         : Growth & Glare

Year               : 2009

Growth & Glare dipilih dengan alasan keunikan site itu sendiri dan cara menikmati pemandangan yang diperoleh saat berada pada tanah tersebut. tanaman tropis yang ada disekitar site menyembunyikan wahana pantai parangtritis, sehingga untuk mencapainya kita harus mengalami proses terlebih dahulu. Proses disini di namakan Growth dengan tujuan memberikan kesenangan yang tertunda maupun tetap tertunda sampai kepada akhirnya. tertunda tidaklah berarti tidak dapat menikmati wahana secara langsung. semuanya tetap ternikmati, hanya saja satu cover kecil berusaha menunda kesenangan tersebut sehingga memberikan efek penasaran yang luar biasa. sesuatu yang dicover tersebut adalah tujuan atau Glare. untuk lebih mudahya konsep ini dapat dikatakan memasuki ruang sempit terlebih dahulu sebelum menuju ruangan besar.

dalam massa bangunan, Growth diciptakan melalui lorong yang selalu membuka diawal pintu masuk menuju kepada pool. tanaman tropis yang ada disekitar bangunan juga turut berperan sebagai Growth dalam pemikiran ‘kesenangan yang pada akhirnya tetap tertunda’. tanaman inilah yang membingkai Glare yaitu pemandangan parangtritis langsung dari sisi bangunan yang terbuka.


M.E

crak crek cruak grauk! i love architecture mostly like wanna eat them everytime :P

F.I.N.D.M.E

K.LIK.KLO.K

August 2017
M T W T F S S
« Sep    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

T.W.E.E.T

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.