Archive for the 'lullaby days' Category

I’m Moving

hei hei..

sory for no posting yesterday..

i’m preparing to moving again in my 1st home..

just check this

or type like this -> http://prahmahitarayi.blogspot.com

see u there 😀

Red Road

in the past time..

i received one coment fr my photo tag on FB that i never wore anything with a shiny colour.

and i answer that one with this one 🙂

*Fleamagic tees-WWLSS red blazer-Kuyagaya’s shoes*

Adollytolley

take ure scarf and play it like this 🙂

*tribal scarf fr centro’s Bali*

Up and Down

Hari ini saya merenung sejenak. Melihat ke belakang

Saya terlahir kembali sejak bulan februari lalu.Dalam artian, saya kembali menjadi mahasiswa kere yang tak tentu arah dan kehilangan hasrat bergerak. Sebelumnya saya cukup berharga (menurut saya sendiri setidaknya). Saya membantu membuat hal-hal remeh menjadi cukup bergengsi. Saya berteman dengan mereka-mereka yang luar biasa.

Dan Februari adalah bulan yang penuh tamparan bagi saya.

Tak punya tanggung jawab itu hal yang sungguh melelahkan. Saya tak punya tujuan hidup. Hasrat menggores sketsa menguap entah kemana. Saya sedih sekali. Hampa lebih tepatnya. Yang saya lakukan adalah mengalir. Saya ini bukan air. Tapi sampah yang mencoba mengumpulkan serpihan untuk tetap menjadi cukup berarti. Saya belum bisa tertawa dengan lainnya. Saya hanya merasa gilak! Saya kehilangan potensi saya yang paling berharga.

Maret saya terbangun

Saya haruslah bangun. Waktu mengejar saya. Melesat bagai roket. Dan banyak yang harus saya lakukan untuk mengejar ketertinggalan. Saya tahu saya kembali menjadi sesuatu yang masih murah harganya. Tapi cita-cita saya merangkak mahal dan bertransformasi untuk selalu unlimited. Setiap saat saya merasa rapuh. Ketidakmampuan menghantui. Semuanya menjadi beban dan kokoh dipundak saya. Yang ingin dienyahkan tapi selalu melekat dan menghisap seluruh saripati. Saya terlalu banyak berpikir. Terlalu banyak memilah dan menilai baik buruknya. Sampai akhirnya waktu menertawakan saya di tengah semua keterpurukan itu.

Pembuka April saya jatuh

Pikiran itu membuat sekujur tubuh melemah fungsinya. Saya sakit. Disaat yang benar-benar tidak tepat sekali padahal. Saya paksakan bangkit dan lagi-lagi saya terjatuh. Saya menangis hebat. Mencari apa kesalahan saya hingga saya harus dihukum seperti ini. Saya ditegur. Saya ini sombong. Sungguh! Pastilah Tuhan marah pada keangkuhan saya. Saya tahu itu. Saya rasakan itu. Dan sekarang Saya masih belumlah sempurna. Masih sering terpontang-panting tanpa alas an yang jelas. Masi sering kehilangan arah. Tapi saya tahu saya ini diuji. Jadi saya temukan solusinya. Saya hitung dalam hati dan menghela napas. Saya jalani saja itu. Saya coba saja kehidupan lama saya. Saya terima saja. Tapi saya harus lakukan sesuatu yang berbeda rasanya. Harus saya permak ruang-ruang kosong itu habis-habisan. Agar saya betah di dalamnya. Agar saya tidak lari dalam masa satu tahun ini.

Saya butuh amunisi untuk tulisan ini

ice chocolate and mint

if diana rikasari is a hot chocolato and mint.. so i’m trying to be ice. her fashion sense always sweet and melted like a hot chocolate. but sometimes she is a cool mountain with a boyish stuff. and i really obsessed with her!

last day i wore a chocolate stuff but a white blazer make me so cold. so i called it ice chocolate and mint. ahahahha

lets check it:

*choco hijab-white stripe blazer Hello-choco lace-animal print leging-unbranded shoes*

anyway.. i got a new hot legging from this:

and some captured activity before DAS’s meeting 😀

happy choco day 😀

and the story goes..

They start here..

One year ago, I had played with blogger. I mean I really played with them even I didn’t know exactly what I did. I have known about fashion and I tried to wore it myself.

There are some pictures from my last blog:

Six month ago, when I was in Bali with the craziest activity, my deep passion about wrote came out. And I really want to wrote anything in line. Then I opened my blog and I scream, ”gosh.. it’s so crowded!” and I thought that I can’t  wrote something nice on that crowded one.

So, I decided to created a new one. I choiced wordpress to be my new blog cause my friends wrote a good article in their blog and wordpress can covered them so nice.

it’s what you see now..

Maybe it’s not really nice like what I want. And maybe it’s still crowded, but I’ll try to clean up my second home so you can visit it with smile or laugh 😀

Pst.. sometimes I want to run back to my old house if I see my inspirations home at their blogger. But.. we just have to be our self! Isn’t it?

find me out.. slowly!

Hidup itu adalah pilihan

Dan tidak memilih sama sekali juga merupakan suatu pilihan

Saya pastinya telah melakukan ribuan pilihan dalam hidup. Entah itu secara sengaja, tidak sengaja, terseok-seok hingga orang lain yang menentukan pilihan itu bagi saya. Pokoknya semuanya pastinya atas persetujuan saya..

Tapi yang paling menjemukan adalah proses pemilihan itu. Saya, dengan diri saya apa adanya selalu memilih untuk meribetkan suatu urusan pemilihan. Saya ini susah berjalan bila belum ada lampu terang. Saya ini jadi cacat bila lampu itu tiba-tiba padam. Saya ini terhenti saat saya dalam kegelapan.

Seperti saat ini. Saya memilih untuk menghabiskan waktu membahas satu tema yang menurut saya wow! Saya dengan sombong menyuruh otak saya mengeksplorasi daya ingatnya untuk menentukan si benang merah dalam desain. Saya coret sana sini. Saya bikin banyak buletan diagram. Konsep konsep konsep.. dan glare! Ya setidaknya saya mengganggap itu glare saya! Amazing. Saya yang memilihnya lebih dahulu untuk jadi bagian dari saya. Pastilah dia juga berpikir sama.

Saya lalu butuh skema untuk saya jelasin si konsep ini lebih panjang. Saya yang masi sombong, menganggap telah membuat keputusan terbaik dan yang lain salah. Bah! Ternyata saya ini benar-benar lebih dangkal dari ular. Baru menetas ke dunia dan tidak tahu apa-apa. Si konsep itu bukan hanya milik saya. Ada mereka-mereka yang lebih pandai membujuknya untuk memilih meninggalkan saya. Bah! Ada yang lebih mampu mengayomi dia dari pada saya..

Jadilah tiga hari kemudian saya merenung heboh! Bengong. Tidak mandi. Makan. Minum. Yang ada di otak hanyalah kemarahn, penyesalan, kebingungan dan campur aduk perasaan yang siap meletus. Dan akhirnya meletus pula! Saya terbangun dan tersadar. Bahwa ini sejak awal adalah pilihan saya. Pilihan saya untuk bergaul bersama mereka-mereka. Jadi jangan salahkan mereka kalau saya menggila membabi buta!

Tiga hari merernung satu hari penutupan. Saya sadar.. masi banyak mereka-mereka yang harus saya gali dan panggil untuk mendekati saya. Mereka-mereka yang mungkin lebih baik dari si konsep terdahulu..

Saya haruslah bersabar

Lebih bersabar

Perjalanan saya masihlah panjang.. dan satu konsep gagal bukanlah pilihan saya untuk berhenti.