Archive for March 4th, 2010

happy aniversary

Tanggal 20 Februari kemarin harusnya saya bilang:

Happy anniversary for our

Akhirnya 3 tahun setelah saya bilang anda itu bencana bagi saya

Akhirnya 3 tahun setelah anda mencoba menghibur saya dengan kata-kata jayus anda

Akhirnya 3 tahun setelah saya percaya anda sedang berusaha

Akhirnya 3 tahun setelah anda lewati saya dengan langkah terlambat anda

Akhirnya 3 tahun setelah saya mendapati makna tentang anda

Akhirnya 3 tahun setelah anda adalah bagian dari saya

Akhirnya 3 tahun setelah saya dan anda merancang massa

Advertisements

getting old (you not me!)

Welcome to March 2010

*huit yellow tees-nevada brown flip flop-unbranded black tight legging-miranda brown cardigan-karita brown jilbab-girlatte yellow bubble necklace-unbranded bracelet from besties-unbranded belt-ripcurl bag*

Sebelum ini ada teman saya yang ulang tahun. Dia mbrojol di tanggal 29 Februari. Masalahnya tahun ini, bulan februari hanya sampai tanggal 28. Waktu saya buka notebook, agak bingung juga saat saya mencoba menandai dan melingkari kolom agenda acara. Saya berencana melingkar tanggal 29 dengan tulisan “Ami’s ultah”. Jadilah kalimat kutipan tadi saya sempilkan di seabrek jadwal tanggal 28.

But,, overall happy bday for her

Meeting DAS kali ini benar-benar manthap!. Mantap karena si empunya tanggal 29 mengajak kami semua dinner di Skydining Lumbung Padi. Mantap karena saat ia message saya mengenai itu saya sedang dalam posisi nungging heboh sambil menghitung sisa-sisa recehan. Hiks 😥

Introducing about DAS…

Semacam kegiatan gila art yang hobi banget sama sayembara, ngurusin proyek dan sederajatnya. Semacam kesenangan dan keegoisan pribadi yang harus ditampung dan diwadahi serta di arahkan secara benar agar tersalurkan ke jalan yang benar pula. Semacam teman-teman terbaik yang memiliki satu asa dan detak jantung berlebihan saat memandang tantangan design

Semacam arsitek autis dalam porsi dan kapasitas yang berbeda-beda.

Dan saya adalah bagian dari semacam-semacam itu

Saya bangga karenanya 😀

anyway, i got loya lagsana and xxx coffe for dinner 😀

tx ami

Me and Money

Siang itu saya pergi ke JNE. Papa nyuruh si STNK segera dikirim karna nyawanya hampir habis. Jadilah saya berpanas-panas terik mengendarai si motor, meluncur ke konter JNE. Karna saya dari kampus, jarak ke JNE mungkin hanya sekitar 500 meter. Tapi, si panas terik ini bikin saya mengumpat-ngumpat sepanjang jalan. Baju saya basah oleh keringat. Kerudung saya apalagi, warna abunya saling berlainan satu sama sisi.

Bah! Jogja makin ngerik saja, pikir saya.

Sampai di JNE, ternyata saya masih harus antri. Urutan ke sekian katanya. Sambil mengantri, mata saya jelalatan. Ada satu konter pojok yang rame dengan penggemar. Oo itu kasir rupanya. Oo mereka memegang the botol. Oo mereka kepanasan. Kalau dibuat sekema:

Kepanasan – teh botol – kasir

Saya juga kepanasan ini, harusnya saya beli the botol juga sajalah. Tapi giliran saya sudah tiba rupanya, si the botol sempat terlupa. Saya tulis nama, bungkus si STNK! Saya buka dompet hendak membayar. Tapi, embak itu beralih sejenak. Si embak yang melayani saya, juga melayani orang di sebelah saya, seorang bapak dengan banyak amplop yang harus dikirim ke madiun.

Bapak: regular aja berapa mbak?

Embak: 20 pak dua hari

Si bapak mikir

Bapak: kalau perangko saja bisakah?

Embak: bias tapi ga bias dilacak. Perangko berapa?

Si bapak mandang duit 50 ribu ditangannya.

Bapak: yang 3000 aja mbak

Embak: dikali Sembilan surat jadinya 27 ribu ya pak

Bused, pikir saya. Saya ini harusnya bersyukur masih bisa naik motor ke JNE. Masih bisa beli teh botol kalau saya mau. Masih bisa ngirim STNK tanpa harus pake perangko.

I mean, coba lihat bapak di sebelah saya itu. Dia hanya punya selembar 50 ribu buat ngirim surat. Belum tentu pulang dari ngirim surat dia bisa makan, belum tentu pulang ngirim surat dia bisa beli bensin. Saya ini, mengirim surat sejarak 500 meter saja mengumpat sepanjang jalan. Menyesalkan si terik matahari. Menyalahkan karna semua pakaian saya jadi basah karenanya.

Saya ini seperti di tegur. Saya ini harusnya malu.

Jadilah saya tunggu si bapak itu pulang, lalu saya bilang sama embak

Saya: berapa jadinya ke Kalimantan embak?

Embak: 45 ribu embak

Nominal yang hampir sama. Dengan kebutuhan yang berbeda. Dengan jumlah syukur yang berbeda pula.

Saya serahkan uang tersebut. Menyimpan kembaliannya rapat-rapat. Sungguh, se receh uang itu tetap berharga!


M.E

crak crek cruak grauk! i love architecture mostly like wanna eat them everytime :P

F.I.N.D.M.E

K.LIK.KLO.K

March 2010
M T W T F S S
« Feb   Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

T.W.E.E.T

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Advertisements