To Be Blue

Saya itu tidak suka biru.
Bagi saya, itu warna mati yang paling sulit berkombinasi. Masalahnya mungkin karna kulit saya sawo matang menuju hitam. Jadinya kalau saya pake biru saya semakin tenggelam. Kelam!
Tapi saya nemu dress. Saya pegang bahannya. Agak kasar. Menawan ketika kerutan antara si biru dan totol putih bertemu. Saya suka dengan zippernya yang ada di depan. Warnanya coklat kehijauan seperti besi yang sengaja dibakar. Jadilah bulan oktober lalu saya memutuskan untuk membelinya. Walaupun saya sangat parno dengan hasilnya kemudian.


*blue dalmation dress-retail therapy blue shoes- unbranded legging&black tees-karita black jilbab-hypnotize necklace from mbip-avnu bracelet*

Tidak mengecewakan. Tapi masi terasa kurang.
Bahkan saat saya lunchalone, ada seseorang yang lebih apik berpakaian dibanding saya.


*love her red-white-flower kebaya :D*

Advertisements

0 Responses to “To Be Blue”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




M.E

crak crek cruak grauk! i love architecture mostly like wanna eat them everytime :P

F.I.N.D.M.E

K.LIK.KLO.K

February 2010
M T W T F S S
« Jan   Mar »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

T.W.E.E.T

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.


%d bloggers like this: