Jazz On Street @ Farabi Bali

dulu.. jaman masi ingusan, kalau ada guru yang bertanya “apa yang kalian tahu tentang keindahan”. aku pasti menjawab pemandangan! entah itu gunung, pantai, pokoknya pemandangan apapun yang pernah aku lihat di tipi dan majalah. mindset ku waktu itu, hanya pemandangan yang mampu menggambarkan kata indah. cantik. wow!

sekarang..  aku bisa bilang selokan itu indah. pasir yang berserakan dijalan itu indah. pohon yang jatuh saat ada badai itu indah. ibarat kamera, mata ini adalah lensa penentu yang mampu meng capture apapun sekalipun barang itu sebenarnya gag enak dilihat. klik! jepret!

hal yang paling menyenangkan dari Bali adalah semua inti adalah keindahan. sekalipun ada pagar kasat mata yang memisahkan keindahan itu dengan sekitarnya.

begitu pula dengan Farabi. tempat itu terletak sekitar beberapa meter dari kosan. tepat di depan jalan hayam wuruk yang setiap jam 7 malam selalu penuh kendaraan dan macet. setiap hari aku lewat di depan benda itu. setiap hari cukup menengok sedikit dan selalu underestimate akan keindahannya yang sudah terlanjur tertutup oleh kesemerawutan kendaraan yang lalu lalang.

tapi malam itu berbeda. dan aku harus menarik semua kata-kataku.

betapa cantiknya bangunan itu diantara yang lainnya. bukan karna ia high rise. tapi karna ia mampu meredam suara bising dijalan yang tepat ada di depannya dengan satu sentuhan keindahan lainnya. musik!

jazz on street benar-benar berada di street. agak menjorok sekitar 50 cm tentunya. namun ketika aku melewati batas itu, aura yang ditimbulkan sudah berbeda. panggung yang di set dengan sederhana dan hanya di cover oleh bantuan beberapa plant area sudah terlalu cukup memaknai apa yang akan di sajikan kepada audience.

kesederhanaan itu membuatku terhanyut.

dan bergetar senang akan keindahan yang begitu luar biasa.

cantik. cantik sekali.

well, aku tak tahu apa itu jazz. aku adalah penikmat musik yang begitu awam. tapi saat aku melihat dwiki bergerak dengen semua intrument itu, di atas panggung yang sangat sederhana, ditengah-tengah tanaman yang berusaha membackgroundnya, semuanya terasa berbeda. semuanya terasa menyatu. dan jazz menjadi sangat cantik saat itu.

dwiki bilang blues adalah buyut yang harus dipelajari untuk mendalami jazz.

aku bilang arsitektur adalah hal sederhana yang harus dipelajari untuk mendalami keindahan.

Advertisements

0 Responses to “Jazz On Street @ Farabi Bali”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




M.E

crak crek cruak grauk! i love architecture mostly like wanna eat them everytime :P

F.I.N.D.M.E

K.LIK.KLO.K

December 2009
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

T.W.E.E.T

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.


%d bloggers like this: