Saya ini punya kebiasaan buruk.
Kalau pagi itu saya terbangun, dan tiba-tiba berada di rumah, dan tiba-tiba lagi si emak menyuruh saya untuk ke warung, dan tiba-tiba lagi-lagi saya bertemu dengan orang yang menyapa saya, “eh ayik, apakabar?”
Saya hanya bisa senyum tipis sambil garuk-garuk, “baik..” tapi kalo boleh jujur saya ingin menambahkan kata itu dengan, “ btw, anda siapa ya?”
Sepertinya saya memang ditakdirkan untuk mempunyai otak yang pendek. Sudah pendek terpotong pula. Saya sangat susah menghafal sesuatu, mulai dari wajah orang, nama bahkan biografi orang-orang terkenal sekalipun. Karna itu saya langsung geleng-geleng heboh saat bapak menyuruh saya ambil jurusan kedokteran di awal kuliah dulu.
“dari pada malpraktek mulu, pak..”
Kadang kala saya berpikir, apa ini pengaruh penuaan dini, I mean, beberapa teman saya sudah punya uban di usia 17 tahun.. mungkin saya juga mula menua, hanya saja bukan uban sebagai wakilnya, tapi otak yang semakin melemah kadarnya.
Sore ini saya membuka blog dengan girang. Girang karna saya sudah punya bahan untuk membacot lagi. Setidaknya hari ini saya bisa buka FB dengan tulisan “updating blog again”. Tapi baru nyampe halaman depan dan diminta login, saya sudah ditolak. Saya merasa benar memasukkan password dan username. Tapi.. geleng-geleng..
Well.. saya hanya punya dua imel, satu FB, satu twitter, dan dua blog. Semua benda-benda itu mempunyai dua password yang sama yang slalu saya pakai untuk login dimanapun karna kasus otak saya ini. Dan entah kenapa dengan kata yang minim “dua” saja saya masih juga ditolak. Bayangkan!
Jadilah lagi-lagi saya harus membuka imel yang berarti lagi-lagi harus mencoba password imel saya yang lagi-lagi kemudian harus menunggu inbox agar saya bisa masuk dan memposting tulisan ini..
hh.. semoga saya selalu diampuni.. saja